Pemesanan bibit kroto

Pemesanan bibit kroto semut ranggrang Telp.08122898604 (Telkomsel)

Kerugian Terburuk Jika Kroto Tidak Dipanen

Salam kroto. Tentang kerugian terburuk jika kroto tidak dipanen, rodo serem ya bro kalau dengar tentang kerugian. Semua tidak lepas antara untung dan rugi kuwi kudu dilakoni tapi setidaknya kita bisa meminimalisir kerugian tersebut. Senang rasanya kalau semut sudah banyak menghasilkan kroto tentu ingin rasanya membiarkan jadi berkembang lagi. Cara ini pasti digunakan bagi yang mempunyai sarang kroto sedikit karena berharap supaya jadi tambah banyak dan semakin besar koloninya. Setelah sekian lama melalui proses ternyata banyak kroto menjadi semut hitam bersayap.

Kerugian Terburuk Jika Kroto Tidak Dipanen

Bagaimana dampak serta kerugian untuk kita juga budidaya yang kita tekuni. Ini merupakan masalah yang sedikit kita kurang ketahui di mana kroto yang tidak dipanen nanti secara alami menjadi semut hitam bersayap.

Pengalaman selama ini memang semut hitam tidak bisa diprediksi kapan munculnya. Berbeda kalau musim calon ratu semut rangrang sering terjadi kurang lebih mendekati  pertengahan tahun, bagaimana dengan semut rangrang hitam bersayap. Saya kira saling berkaitan,  tidak lama akan muncul dengan adanya calon ratu.

Kerugian terbesar jika sampai hadir semut rangrang hitam menyebabkan tidak adanya keuntungan yang didapat. Pengalaman yang sudah terjadi,  semut hitam ini ternyata tidak bisa dimanfaatkan , banyak yang terbang dan berjatuhan ke lantai kemudian terburuknya tidak bisa dipanen dan perkembangan koloni semut tidak bertambah. Tentu akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menambah koloni semut . Nyesel...

Dengan adanya semut hitam bersayap apakah koloni semut yang kita ternak bertambah lebih besar, tentu tidak. Sedangkan semut hitam tidak menghasilkan telur dan kroto.  Tetapi dengan adanya semut hitam bersayap salam koloni tetap ada fungsinya.

Tapi sekarang jangan kuatir mengatasi masalah kerugian tersebut. Sebelumnya Mas bro sudah menulis tentang ciri kroto semut rangrang hitam bersayap. Ciri tersebut bisa meminimalisir kerugian, jadi pada dasarnya mencegah sebelum terjadi hal-hal yang paling buruk. Semoga bermanfaat. Jo kelalen cendole. Matur nuwun

Cek Secara Berkala Tatakan Kaki Rak

Salam kroto. Apakah sobat merasa galau dengan kondisi ternak kroto anda yang semakin lama semakin berkurang. Dari beberapa sahabat flodesta yang pernah berbagi pengalaman dengan Mas bro selalu mengeluhkan masalah semut semakin lama berkurang. Banyak faktor sebenarnya yang mempengaruhinya, salah satunya bisa cek secara berkala tatakan kaki rak. Apakah di dalam pengaman tatakan kaki rak tersebut banyak yang mati atau setiap hari banyak yang jatuh di tanah. Kemudian tidak adanya keseimbangan telur yang dihasilkan dengan kematian.

Cek Secara Berkala Tatakan Kaki Rak

 Dalam hal ini Mas bro akan membahas semut yang banyak terendam ke dalam oli. Bagi yang menggunakan air pasti akan kelihatan jelas jika ada yang mati. Bagaimana kalau menggunakan oli? Pasti akan sedikit samar-samar karena tertutup dengan oli yang berwarna hitam. Ireng kabeh...piye ndeloke nek orak dikeruk...

Untuk masalah tersebut Mas bro untuk mengingatkan kembali bahwa semakin banyak yang masuk oli atau air,  maka otomatis sedikit demi sedikit ternak kroto anda juga akan mengalami pengurangan. Walaupun sedikit kalau setiap hari juga sami mawon, apalagi dalam jumlah banyak. Bener po rak...

Maka dari itu sobat harus selalu cek secara berkala tatakan kaki rak. Tatakan bisa dibersihkan jika sudah lama dengan oli bekas atau air yang baru. Mengapa harus diganti? Untuk pengguna oli biasanya yang sudah lama bercampur dengan kotoran semut dan debu. Dengan berkumpulnya debu di kaki juga tatakan sedikit demi sedikit juga bisa membahayakan ternak kroto anda. Semut bisa punya peluang untuk kabur melalui oli yang sudah mengeras atasnya dan licinya kaki yang banyak debu menempel. Kalau sudah bisa melewati maka dengan mudah semut berbondong-bondong keluar dari rak semut.

Menurut pengalaman semut yang masuk oli berarti semut mengalami kondisi yang kurang nyaman di dalam rak, apalagi sudah lama mencoba ternak kroto. Bisa disebabkan menjatuhkan diri dan nekat masuk oli atau air. Bukan masalah bau, karena Mas bro sudah belajar bertahun tahun pakai tatakan oli. Bau oli tidak begitu signifikan mempengaruhi semut, semut tetap menghasilkan kroto. Cuma sekarang kondisi tinggi kaki rak lebih tinggi dari sebelumnya. Letakkan semut pada rak yang paling tinggi karena lebih menyukai ketinggian ketika di bawah banyak gangguan.

Aku kira semua pengaman rak semut pasti ada saja semut yang jatuh atau menjatuhkan diri, Kecuali raknya panjenengan ditutup rapat mesti ora ono sing tibo. hahaha...

Mau pakai apa saja boleh, sah-sah mawon yang penting nyaman buat semut dan anda sendiri, apakah itu pakai pengaman kolam, parit paralon, tatakan air dan oli.  Monggo... Semoga yang Mas bro sampaikan saget bermanfaat. Matur nuwun sanget cendole...

Cara Supaya Semut Nyaman

Salam Kroto. Hari ini masih banyak sekali sahabat flodesta yang menanyakan kepada Mas bro tentang cara supaya semut nyaman dan tenang di dalam rak. Dalam ternak kroto terutama untuk pemula seperti saya pasti akan mengalami masa sulit serta kendala ketika saat pertama kali memindahkan sarang kroto alam ke dalam rak. Kita sendiri harus memahami hal tersebut bahwa semua yang mengalami perpindahan tempat pasti akan mengalami proses adaptasi, apakah itu semut alam atau ternak.

Semut

Pada saat kita mengambil sarang kroto dari alam pasti tidak serta merta semut rangrang akan masuk secara instan ke dalam media sarang yang sudah kita sediakan. Bahkan tidak jarang semut akan banyak berjatuhan ke tanah. Dan pada saat pindah lokasi semut rangrang akan mengalami proses penyesuaian tempat baru. Proses semut masuk ke dalam tempat toples, botol, bambu dan paralon mempunyai waktu berbeda-beda. Ada yang membutuhkan waktu tidak sampai sehari ada pula sampai berhari-hari tidak mau masuk yang menyebabkan semut berkumpul di pojok-pojok rak. Walaupun sebenarnya masalah supaya semut mau bersarang secara cepat itu hanya menggunakan teknik saja.

Perbedaan sudah sangat jelas ketika memindahkan sarang semut yang sudah di ternak, koloni semut dari toples sudah adaptasi. Pada saat dipindah ke tempat lain hanya membutuhkan waktu tidak terlalu lama dalam menyesuaikan di rak baru. Sedangkan semut yang di ambil langsung dari alam membutuhkan waktu cukup lama.

Kesabaran dan ketekunan dalam menghadapi kondisi itu sangat dibutuhkan sekali. Kalau kita sendiri tidak sabar, Mas bro sarankan jangan ternak kroto, karena tidak ada proses yang cepat (instan) semua membutuhkan waktu. Dengan mau menunggu proses yang ada, semoga saja hasilnya jadi lebih baik.

Cara supaya semut lebih cepat nyaman di dalam rak?
  1. Ambil bibit semut dari alam. Letakkan langsung sarang semut secara pelan-pelan ke dalam rak (slow mawon) yang sudah kita ambil dari alam. Jangan dibuang dulu daun-daun yang ada, supaya semut rangrang tidak terlalu stres tingkat tinggi. Biarkan saja semut masih berada di dalam daun. Dengan masih adanya rumah daun, semut tidak terlalu banyak berhamburan keluar sarang secara besar besaran. Kemudian jangan lupa siapkan makanan dari ulat hongkong (jenis serangga lain juga boleh) serta minuman air gula manis.

    Pertama kali bisanya semut tidak mau makan dan minum, biarkan saja makanan dan minuman tetap disediakan. Cepat atau lambat pasti akan dimakan atau diminum. Tak lupa sediakan juga toples kosong, toples tidak wajib digunakan silahkan ganti dengan bahan yang lain sesuai dengan keinginan sobat. Dalam kondisi apapun memindahkan semut nantinya tetap ada yang jatuh tetapi tidak terlalu banyak bila dibandingkan dengan cara daun dibuka langsung ketika baru dapat dari alam.

  2. Ternak kroto yang sudah lama tiba-tiba semut berjatuhan. Cara ini memang cukup ampuh untuk mengatasi masalah tersebut, jika sobat pernah mengalami hal semut berjatuhan walaupun sudah di ternak berbulan-bulan, dengan cara memberi daun pada toples, botol, bambu, paralon kondisi semut akan jadi lebih nyaman. Daun bisa diberi dalamnya atau di atas toples. Bagi yang mempermasalahkan tidak bisa melihat telurnya, pelajarilah terus nanti lama-lama akan terbiasa dengan kondisi tersebut. Maksud Mas bro,  intinya dalam keadaan darurat semut tidak berjatuhan dan aman alias nyaman, sehingga kita tidak merasa panik dan ketakutan

  3. Ruangan. Kita bisa adopsi sebagian seperti di alam saja, kalau dilihat mayoritas semut alam berada di area panas, terang tetapi sarangnya gelap. Aplikasi di rumah, sesuaikan dengan kondisi ruangan dengan teduh alias adem, tetap ada cahaya yang masuk walaupun hanya pantulan. Coba sobat aplikasikan kondisi tersebut, untuk toples atau bahan lain bisa dibuat gelap tetapi ruangan tetap membutuhkan terang cahaya dan udara. Bagi ruangan yang panas bisa membuat kolam buatan di bawah rak

  4. Baca juga : Pengaman rak ternak kroto menggunakan parit paralon
    Cara supaya semut nyaman di rak bisa anda coba selagi masih bisa dicoba. Orak ono sing nglarang kalau hasilnya jadi lebih baik. Semoga bisa bermanfaat. Matur nuwun cendole..

    Mengurangi Rumah Semut Dari Toples

    Salam kroto. Kali ini Mas bro akan berbagi lagi tentang mengurangi rumah semut pada toples dan botol. Sesuai dengan judul kita akan membahas masalah media toples dan botol saja, untuk yang lain aku kira hampir sama masalahnya. Pasti sobat semua pernah mengalami atau melakukan penambahan rumah semut secara besar besaran berharap koloni semut rangrang jadi tambah banyak koloninya. Benar opo orak bro...

    Mengurangi Rumah Semut Dari Toples

    Apa yang terjadi dengan menambah tempat rumah semut terlalu banyak? Mari kita amati dengan seksama bahwa penambahan toples, botol, paralon atau bambu yang tidak sesuai dengan koloni tentu membuat koloni semut akan berpindah sebagian ke tempat tambahan tadi bahkan ada yang berpindah secara besar besaran. Sehingga koloni terbesar akan terpecah belah merata ke tempat lain.

    Pemandangan ini memang sedikit membuat kecewa karena hasil kroto bertebaran kemana mana alias tidak berkumpul menjadi satu. Perlu diketahui juga dengan isi koloni sedikit jangan berharap koloninya akan bertambah secara cepat (penuh dan padat berisi) kecuali ada penambahan semut dari luar. Mas Bro ambil contoh botol dan toples yang sering dipakai kebanyakan terlihat kosong serta seperti lama berkembangnya.

    Perkembangan telur, larva, pupa serta semut rangrang tidak bisa secara cepat dan semua mempunyai tahap tahap pertumbuhannya, jadi sobat wajib mengikuti proses yang ada.

    Mari relakan sedikit untuk membaca tulisan Mas bro yang gak neko-neko alias poinnya saja. (ndak marai mumet).
    • Jangan terlalu banyak menambah tempat sarang atau rumah pada semut menyebabkan toples banyak yang kosong karena banyaknya rumah untuk bersarang (sesuaikan dengan koloni semut). Tidak ngumpul dan tidak padat

    • Tambahkan toples atau botol secara bertahap saja lihat kondisi. Ojo langsung mak brek. Bisa di lihat untuk sobat yang sudah menambah toples atau botol terlalu banyak apakah isinya akan penuh semua, pasti tidak sesuai seperti apa yang kita harapkan.

    • Ambil kembali toples kosong dan botol yang lama tidak ditempati, apakah itu baru beberapa minggu atau sudah lama berbulan bulan karena percuma saja melihat pemandangan toples kosong semua. Lebih baik dengan jumlah toples sedikit tapi maksimal hasilnya.
    Cara mengurangi toples, botol yang ada semutnya?
    • Silahkan lihat toples yang kosong lalu ambil dan segera bersihkan dari semut rangrang .

    • Cara membersihkannya dengan menggunakan kuas lebar untuk toples dan kuas kecil panjang untuk botol pada semut yang masih berada di dalam sehingga tidak mematikan. Jangan lupa kuas dikasih tepung sedikit supaya semut rangrang bisa langsung jatuh di rak.
    Sekarang kita sudah bisa lihat setelah beberapa hari toples yang telah kita kurangi otomatis  koloni semut rangrang akan berkumpul dengan padat serta kroto akan menyatu lebih banyak. Sehingga ketika panen kroto lebih efesien waktunya.

    Selamat mencoba semoga dengan adanya info tentang mengurangi rumah semut pada toples dan botol jadi tambah senang melihatnya. Puas... Jo kelalen sama cendole bro... Matur nuwun
    flodesta