Apakah Setelah Panen Kroto Semut Bisa Menghasilkan Telur?

panen kroto

Apakah setelah panen kroto semut bisa menghasilkan telur?. Ada sahabat kita yang menanyakan apakah Mas bro sudah pernah panen kroto? Sedikit saya jelaskan bahwa flodesta tidak pernah menulis kalau belum melakukanya.

Panen kroto semut sudah saya lakukan sejak tahun 2011 sesuai dengan postingan sampai sekarang. Tentu saja perkembangan dari cara panen kroto akan mengalami perubahan yang lebih baik serta enak kita lakukan. Penting sekali adalah faktor keamanan semut jangan sampai keluar dari pengaman rak ternak kroto yang sudah dibuat.


Panen kroto semut setiap orang selalu berbeda caranya, tapi tujuan utamanya adalah untuk mengambil kroto. Untuk saya sendiri selalu mencoba menghindari agar semut rangrang tidak mati dan keluar, semaksimal mungkin sedikit yang mati. Supaya koloni semut rangrang masih tetap banyak dan tidak berkurang.

Apakah setelah panen kroto, semut bisa menghasilkan telur lagi ?

Setelah lama mencoba ternak kroto, hal paling penting dilalui setelah itu adalah panen kroto. Percuma kalau hanya ternak kroto saja tanpa pernah mengambil kroto. Kita harus mencoba walaupun cuma sekali dua kali. Biasanya setelah banyak krotonya, kemudian enggan untuk memanenya. Sepertinya banyak sekali yang mengalaminya.

Jangan heran suatu saat hal paling di takuti adalah jangan sampai kroto berubah jadi semut rangrang hitam bersayap. Dua tahun lalu kejadian tersebut pernah mas bro alami. karena saat ini banyak keluhan dengan adanya kejadian tersebut dan itu sangat membuat kecewa berat, menyebabkan koloni semut menjadi berkurang secara drastis.

Kemudian setelah berusaha panen kroto semut, apakah koloni semut rangrang mau menghasilkan telur. Realita selama ini memang masih bisa menghasilkan telur. Walaupun sering dipanen, bahkan pernah sampai tiga generasi kroto dalam satu toples masih juga ada telurnya. Syaratnya cuma satu yaitu pakai ratu.

Telur semut selalu diproduksi

Menghasilkan telur adalah wajib bagi ratu semut rangrang, karena tanpa adanya telur yang dihasilkan tentu koloni semakin lama akan menjadi berkurang dan bertahap akan punah. Saya yakin pasti ratu semut rangrang akan menghasilkan telur, perbedaanya adalah apakah telur tersebut banyak dan sedikit hasilnya.

Bagaimana agar sarang kroto setelah dirusak tetapi semut rangrang masih tetap berada di toples?

Caranya supaya semut tetap kembali lagi ke toples setelah kita panen krotonya. Usahakan sarang jangan di bongkar semua sampai habis cukup sobek pada jaring di pinggir dinding atau di rusak, seperlunya saja. Kemudian tumpahkan semua yang ada krotonya, sehingga telur kecil yang ada di dalam sarang tersebut tidak terbawa keluar. Selagi telur semut masih berada dalam toples maka koloninya akan kembali merawat dan membesarkan di dalam toples. Untuk sarang yang sudah mulai kotor dan sudah lama bisa dibersihkan total supaya toples tersebut menjadi fresh kembali.

Terimakasih atas kritik dan saran, sehingga saya bisa melanjutkan berbagi ilmu ternak kroto secara berkelanjutan sesuai dengan masalah yang terjadi saat ini. Ojo lali cendole. Matur nuwun

6 comments:

  1. tanya dulur ?.. memangnya apa yg terjadi kalo dalam toples ada semut hitam bersayap dan bagaimana mengatasinya..saya baru mulai ternak, beli dua toples bibit, dan didalamnya ada semut hitam bersayap..matur suwun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau dalam jumlah kecil tidak masalah tapi kalau dalam skala besar kroto yang jadi semut hitam bersayap siap siap saja koloni tidak bertambah. Tetapi bisa di imbangi dengan adanya ratu semut rangrang.

      Delete
  2. mas bro, salam kroto sebelumnya. saya pemula dan saya beli bibit 13 toples hasil tangkaran teman 4 hari yg lalu dengan kondisi masih sarang dan sedikit telur yg masih kekuning2an (belum menjadi kroto sebasar nasi) tp sekarang sdh 3/4 dr masing2 toples sdh dipenuhi kroto sbesar nasi dan sebagian sdh ada kakinya... malahan saya tambah toples kosong 5 buah (sarang baru) bersisi pucukan daun mangga dan 2 toples baru tersebut diantaranya skrang sdh ada labirin/gamet yg penuh dengan koloni beserta krotonya walau mash kecil-kecil.
    pertanyaan saya adalah :
    1. knp ada kroto besar (calon ratu semut) tiap toples sekitar 2-3 butir dan sebagian ada yg sdh keluar kaki, apakah di dalam toples saya ada ratu semutnya atau memang telur ratu semut bisa dihasilkan oleh semut prajurit atau semut pekerja?
    2. Berapa kali seekor semut produktif bisa memproduksi telur/kroto sebelum memasuki fase nonproduktif?
    Terima kasih sebelumnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masalah :

      1. Calon ratu semut rangrang memang sudah dari strukturnya atau komponen semut rangrang, suatu saat akan timbul seperti itu karena semut tanpa ratu pasti akan memproduksi ratu cuma kapan prosesnya kita belum tahu. Untuk ratu semut rangrang bisa di cari gambarnya/ bentuknya seperti apa di blog ini. Tanpa ratu juga bisa menghasilkan telur.

      2. Kalau masalah itu aku belum bisa menjawab karena butuh peneliti khusus semut rangrang sedangkan aku cuma sebatas mata memandang berdasarkan pengalaman.

      Kalau ada teman teman yang bisa membantu sahabat Gunardi Wibisono boleh share di sini. Tidak ada ruginya kita saling membantu.

      suwun.

      Delete
  3. thxs atas infonya masbro,.. mantap banget,.. sukses selalu,....
    aq baru mau nyoba nih,..
    tapi masih ada sedikit pertanyaan,..
    bagaimana cara memisahkan sang ratu saat memnen keroto didalam toples agar ratun gak ikut ke obok-obok,.. apakah tidak apa-apa kalo sang ratu cedera?? :D
    maksudnya apakah sang ratu masih bisa memproduksi telurnya kalo sang ratu shock,...
    :D
    hatur nuhun

    ReplyDelete
    Replies
    1. sarang yang ada ratu semut rangrangnya jangan di obok obok

      Delete