Panen Kroto Tetap Mengganggu Semut

Panen kroto

Panen kroto tetap mengganggu semut rangrang. Sempat menjadi tren pertanyaan setiap orang yang ingin budidaya kroto di rumah. Manakala semut rangrang yang kita ternak sudah menghasilkan kroto yang siap panen. Apakah kroto akan kita diamkan saja berkembang menjadi koloni baru atau diambil. Sebagian sahabat flodesta belum terlalu mengerti, kebiasaanya saya lihat tidak pernah dipanen dengan alasan supaya banyak koloninya. Tapi cobalah eksperimen sendiri untuk mengambil kroto. Akibat tidak pernah mencoba panen kroto pasti nanti akan keterusan serta tidak punya pengalaman.

Dampak paling nyata jika sampai tidak pernah dipanen adalah timbul semut hitam bersayap secara global. Seharusnya kroto tersebut bisa dipanen untuk makanan burung akhirnya harapan tersebut sirna. Apa untungnya semut hitam tersebut kalau terlalu banyak paling pada jatuh kelantai, bertebaran kesana kemari serta cepat mati, ironisnya lagi koloni tidak bertambah.

Membiasakan tidak mengambil kroto adalah hak setiap orang. Semakin tidak ada kegiatan pemanenan kroto tentu saja koloni semut semakin lama akan bertambah besar. Tetapi kalau hanya mengandalkan koloni kecil terus berharap jadi banyak kayaknya kok butuh waktu cukup lama (mesti orak sabar). Bahkan realitanya berkurang dan habis.

Dalam panen kroto setiap orang mempunyai teknik sendiri. Mas bro juga tidak memaksa terserah sahabat flodesta. Pilih cara terbaik buat anda, apakah mau pakai yang saya jelaskan, monggo kerso yang penting enjoy dan enak di jalani.

Apakah bisa panen kroto tanpa mengganggu semut rangrang?

Begini bro, model apapun panen kroto pasti akan menggangu koloni semut di dalam media yang kita pakai. Bagaimana tidak, didekati saja semut hawane nyerang wae, apalagi kita pegang toplesnya ditambah lagi kita bongkar dan menyobek jaring... huf tambah soyo ngamuk. Tapi ngomong-ngomong ono sing iso hipnotis semut rak yo ben orak nyerang...

Masalah tingkat stres semut rangrang Mas bro sendiri tidak mengamati secara detail serahkan saja pada ahlinya. Amati saja apa yang bisa dilihat. Semut ganas dan menggigit itu sudah wajib ketika ada gangguan. ya to...

Apakah setelah di panen kroto semut tidak mau bertelur lagi ?

Semut rangrange mas bro selalu di panen tetapi tetap ada telurnya dan berkembang dengan baik. Setelah dipanen, semut juga tidak lama lagi akan melakukan aktifitas secara normal kembali. Cuma yang terjadi setelah panen biasanya koloni akan semakin mengecil karena telur kita ambil sedangkan  sarang juga otomatis menyusut. Karena yang berkumpul hanya semutnya dan sedikit telur sisa dari pengambilan kroto. Setelah panen tetap proses lagi. sabar ya bro...

Jadi kesimpulanya panen kroto tetap mengganggu semut rangrang. Terimakasih alias matur nuwun. Ojo lali cendole...

Baca juga : Cara panen kroto toples

No comments:

Post a Comment